10 OPD Dilingkungan Pemkot Lubuklinggau Ikuti Lomba Inovasi Daerah


LUBUKLINGGAU-Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar membuka lomba Inovasi Daerah Tingkat Kota Lubuklinggau Tahun 2021 dengan tema “Inovasi Kunci Indonesia Bisa Menjadi Negara Maju dan Tangguh”, bertempat di Kantor BPKAD Lubuklinggau, Selasa (24/8).

Dalam arahannya Wawako mengatakan kendati masih dalam suaana pandemi Covid-19, tapi tidak menyurutkan pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Menurut Wawako, kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari instruksi Gubernur Sumsel dan instruksi Wali Kota Lubuklinggau guna mendorong daerah agar membuat inovasi dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Beberapa OPD telah menyampaikan inovasi masing-masing dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat seperti SI KEREN dan lainnya. “Mudah-mudahan dengan lomba inovasi ini dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Kota Lubuklinggau, Nobel Nawawi dalam laporannya mengatakan di era globalisasi, perkembangan teknologi yang sangat pesat dan pengaruh dampak Covid-19 disemua sektor pembangunan sangat berdampak.

“Maka dari itu, untuk meningkatkan SDM, daya saing ekonomi, meningkatkan infrastruktur dan tata kelola pemerintah yang baik, perlu dikembangkan teknologi guna mencapai visi dan misi tersebut,” tandasnya.

Ia juga menjelaskan kegiatan ini mengusung tema “Inovasi Kunci Indonesia Bisa Menjadi Negara Maju dan Tangguh” dengan peserta 10 OPD dilingkungan Pemkot Lubuklinggau dan tiga satuan pendidkan dibawah naungan Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau. Dari 10 peserta, akan dipilih tiga pemenang.

Adapun 10 OPD tersebut antara lain, BKSDM Lubuklinggau dengan SIMASN CAKEP, Dinas Perhubungan Lubuklinggau dengan PICK UP POINT, Dinas Perumahan dan Permukiman, LPJU-TERANG, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dengan SI KEREN, DPMPTS Lubuklinggau dengan SIII DUDA, Diskominfo Lubuklinggau dengan SI POKAT, Dinas Pemuda dan Olahraga dengan SIMPORA, Dinas Lingkungan Hidup Lubuklinggau dengan BEKASAM CE’TENAR, Satuan Pamong Praja dengan POSTRIKA dan BPPRD Lubuklinggau dengan BAPERA.

Sedangkan tiga satuan pendidikan yang ikut yakni Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Mutiara Cendikia Lubuklinggau dengan aplikasi Absensi Selfie sebagai monitoring layanan pendidikan semasa daring (WFA), SMP Negeri 4 Lubuklinggau dengan pembuatan sprayer dari barang bekas dan SMP Negeri 9 Lubuklinggau dengan pembuatan tempat handsanitizer.

“Pengumuman pemenang akan disampaikan pada 17 September 2021 dan para peserta diminta untuk memaparkan inovasi di depan juri,” ujarnya. (Meg)

Berita Terkait

Top