banner 728x90

Ketua JMSI Prabumulih Kutuk Keras Insiden Pembacokan Wartawan Di Gaung Telang

Penyidik dari Polsek Gelumbang saat melakukan olah TKP

PRABUMULIH, Suarasumsel.net -- Wartawan salah satu media online, Senin (17/1) menjadi korban pembacokan Orang Tak Dikenal (OTD) di perlintasan rel Kereta Api (KA) Desa Gaung Telang Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muata Enim diduga akibat pemberitaan yang ditulis korban.

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pengurus cabang (Pengcab) Kota Prabumulih, Novlis Heriansyah SH saat dimintai komentarnya mengecam keras insiden pembacokan terhadap korban yang notabene kesehariannya berkerja sebagai wartawan media online, menurutnya insiden tersebut dapat mengancam kebebasan pers.

"Menurut pengakuan korban, dirinya sendiri tidak mengetahui sebab musabab hingga mendapat serangan dari OTD tersebut, korban hanya bisa menduga penyebabnya mungkin berkaitan dengan berita karen kalo faktor dendam menurut korban tidak mungkin karena dirinya tidak memiliki musuh dan sedang tidak memiliki permasalahan secara pribadi," kecamnya.

Novlis meminta aparat Kepolisian setempat sesegera mungkin mengungkap modus dan latar belakang terjadinya insiden rel desa Gaung Telang karena jika tidak akan muncul praduga yang multi tafsir atas insiden tersebut yang akan mengancam kebebasan perss mengingat profesi korban adalah seorang wartawan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kronologis kejadian bermula dari kepulangan korban dan istrinya dari Desa Karang Endah menuju Desa Gaung Telang, saat berada di perlintasan rel kereta api (KA), dari berlawanan arah muncul sepeda motor jenis Honda Scoppy warna putih yang dikendarai orang tak dikenal.

Saat berpapasan, tanpa basa basi pelaku langsung menyabetkan golok ke arah korban Teguh S sehingga melukai bagian rahang sebelah kanan, usai melakukan serangan OTD langsing melarikan diri tanpa mengambil barang berharga milik korban sedangkan kendaraan korban oleng dan terjatuh di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Melihat suaminya mengalami bacok, isteri korban Yanti Apriyani segera melarikan suaminya ke Polindes Desa Gaung Telang, karena minimnya peralatan medis korban dilarikan ke Puskesmas Gelumbang untuk mendapatkan perawatan intensif sekaligus melakukan visum.

Kapolsek Gelumbang, AKP Morris Widhi Harto, SIK saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya pembacokan terhadap korban usai mendapatkan laporan dari istri korban dan sudah memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Syawaluddin SH bersama Tim Puma Polsek Gelumbang untuk melakukan olah TKP.

“Akan kita tindak lanjuti, sekarang masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya. (Nov)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.