Gubernur Sambut Kunker DPR RI

No comment 121 views
banner 468x60
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menerima kunjungan Kerja Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadirie , Komisi XI DPR RI Ahmad Hatari dan Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti dalam rangka reses masa persidangan III tahun sidang 2020-2021. Senin (15/2).
.
Dalam sambutannya, Gubernur Provinsi Sumsel H Herman Deru mengatakan, Pelabuhan Tanjung Carat merupakan impian masyarakat Sumsel yang belum terwujud sejak masa kepemimpinan 5 gubernur sebelumnya.
.
"Diputuskan Pelabuhan Tanjung Carat di kawasan TAA akan mulai dibangun paling lambat akhir tahun ini. Kita fokus dulu ke pelabuhan, ditargetkan oleh presiden, 2023 pembangunan fisik selesai, dan  beroperasi 2024," ucapnya.
.
Menurutnya, aspirasi masyarakat tersebut sudah sangat layak untuk diwujudkan agar Sumsel memiliki pelabuhan baru, karena telah diperjuangkan sejak 5 gubernur lalu.
.
Dimana HD menilai jika terwujudnya Pelabuhan Tanjung Carat maka itu akan mengakselarasi pertumbuhan ekonomi di Sumsel termasuk juga Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
.
Apalagi lanjut HD potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang di miliki Sumsel begitu banyak sehingga dengan mudah komoditas seperti Batubara, Minyak, Karet/Sawit, Kopi dan sektor lainnya untuk di ekspor melalui pelabuhan tersebut, ditambah lagi saat ini infrastruktur penunjang sudah di bangun.
.
HD meminta agar Komisi X DPR RI mendorong perkembangan olahraga di Sumsel. Keinginan itu disampaikannya, saat menerima pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI
.
Menurut Herman Deru, Sumsel memiliki prestasi yang cukup baik di bidang olahraga. Hal itu lantaran Sumsel sejak awal selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi ajang kejuaraan olahraga
.
Termasuk juga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua yang rencananya akan bergulir pada Oktober 2021 mendatang. Dimana Sumsel merupakan provinsi pertama yang menggelar Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) untuk menghadapi even tersebut.

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Gubernur Sambut Kunker DPR RI"