SFC Butuh Dana 15 M


Sriwijaya FC serius ingin kembali ke Liga 1. Keseriusan itu setidaknya dibuktikan dengan direkrutnya pelatih Nil Maizar. Bahkan, manajemen juga telah menghitung kebutuhan tim agar target promosi ke kompetisi kasta tertinggi terpenuhi.

“Kalau mau bicara ke Liga 1, bujet Rp15 miliar,” ungkap Hendri Zainudin, Wakil Direktur PT Sriwijaya Optimis Mandiri, perusahaan yang mengelola Sriwijaya FC. Kebutuhan dana sebesar itu salah satunya untuk mendukung aksi belanja pemain

Untuk bisa mendukung target promosi Liga 1, tentu materi pemain tidak sembarangan. Berkaca pada musim 2019 yang nyaris promosi, pemain yang diandalkan kombinasi pemain pengalaman dan muda. Sayangnya, Hendri enggan menjabarkan alokasi untuk belanja pemain. Namun berkaca pada musim-musim sebelumnya, belanja pemain setidaknya menghabiskan   Rp6-7 miliar.

Namun jika materi pemain yang didatangkan aroma timnas ya bisa lebih dari angka itu. Hendri juga masih belum mau buka dari mana asal dana itu. Namun jika menengok perjalanan musim sebelumnya, sponsor akan menjadi tumpuan menggali dana untuk perjuangan tim berjuluk Laskar Wong Kito.

Selama ini, perusahaan yang loyal sokong perjuangan Sriwijaya FC di antaranya Bank SumselBabel, PT Bukit Asam, Perusahaan Gas Negara, dan Pusri, Semen Batu Raja. Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri Faisal Mursyid mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan komunikasi intensif dengan beberapa perusahaan.

Mereka diharapkan bisa memberikan dukungan perjuangan Sriwijaya FC di Liga 2 2021. Terutama para perusahaan yang selama ini membantu keuangan Sriwijaya FC. “Sponsor masih on proses. Untuk saat ini belum bisa dijabarkan,” ungkap Faisal.(

Berita Terkait

Top