Pengusiran Wartawan Oleh Security KPU, Diakui Nana Miskomunikasi

LAHAT, Suarasumsel.net ---- Puluhan wartawan dari berbagai Media Online, dan Cetak yang bertugas di Bumi Seganti Setungguan menyambangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lahat, pada Rabu (11/1/2023) sekira pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai.

Aksi damai yang dilakukan oleh para "Kulih Tinta" kekantor KPU Lahat terkait atas pengusiran terhadap salah satu wartawan Media Online yang diduga dilakukan oleh oknum Security KPUD Lahat saat melakukan peliputan diacara Pelantikan panitia pemilihan kecamatan (PPK) di Gedung Kesenian beberapa waktu lalu.

Tak pelak, akibat pengusiran yang dilakukan oknum Security KPUD Lahat tersebut, mengundang reaksi keras para Pewarta yang bertugas di Kabupaten Lahat, hingga, berujung melakukan unjuk rasa (Unras), guna menyampaikan Aspirasi serta kejadian tersebut, tidak terulang lagi.

Pantauan wartawan dilapangan, terlihat hampir seluruh Media yang bertugas di Lahat menyatakan protes. Namun, ditengah tengah aksi berjalan Ketua KPUD Lahat Nana Priana SH, MM, menemui dan menyapa para Jurnalis saat Unras berlangsung.

Secara legowo Ketua KPUD Lahat menyampaikan perminta maafan atas peristiwa yang terjadi, serta memintak kepada rekan rekan media agar dapat membicarakan persoalan yang ada secara kepala dingin dalam kantor KPUD Lahat.

Selama aksi protesan yang disampaikan oleh rekan rekan Media dikantor KPUD Kabupaten Lahat, dikawal oleh Kabag Ops Polres Lahat Kompol Aan Sumardi SE, MM, Kasat Sabara AKP Aprianto SH, MH, anggota Team Macan Kumbang, dan anggota Sabara Polres Lahat, serta beberapa anggota Intelijen dari Kodim 0405/Lahat yang dikomandoi oleh Danpok 1 unit Intelijen SERKA Firdaus, berjalan lancar dan tertib serta kedua belah pihak sepakat bersinergi.

"Sangat disayangkan peristiwa pengusiran tersebut, bisa sampai terjadi, padahal wartawan memilik kode etik dan menjalankan profesinya sesuai dengan diamanatkan UU Pokok Pers Nomor 40 tahun 1999. Begitu juga dengan pihak KPU Lahat," teriak keras Elan Setiawan Sang Orator saat ikut Unras kekantor KPU Kabupaten Lahat.

Jeritan hati yang disampaikan ini, dikatakan Bung Elan, merupakan bentuk dukungan dan suport. Karena, memang benar rekan rekan wartawan mempunyai hak dalam melakukan peliputan atas peristiwa maupun kejadian sesuai dengan undang undang.

"Tanpa wartawan dunia ini akan buta, informasi, peristiwa, maupun pengetahuan. Sehingga, PERS masuk dalam catatan lembaran Negara sebagai PILAR ke-4. Yang pertama, Eksekutif, Legislatif, TNI-POLRI, dan PERS," teriak sang Aktivis Lahat, seraya menambahkan, beberapa konsep telah dirinya siapkan demi untuk mendukung baik Media maupun KPU Lahat karena, kedua belah pihak sama sama memiliki hak.

Ishak Nasroni selaku Pemred Lahathotline.com dalam aksi damai tersebut menyampaikan, bahwa peristiwa pengusiran yang dialami oleh salah satu wartawan Media Online itu, merupakan pukulan bagi seluruh Pewarta yang bertugas di Lahat.

Sehingga, ditegaskan Pria yang akrab di sapa Ujang ini, kejadian yang ada tidak sampai terulang kembali kedepannya. Begitu juga bagi Instansi lainnya yang ada di Kabupaten Lahat. Selama menjalankan tugas rekan rekan selalu mengedepankan Kode Etik Jurnalistik.

"Ingat.!!! Dalam menjalankan tugasnya wartawan dilindungi oleh UU Pers No 40 tahun 1999 dan selalu mengutamakan kode etik. Untuk itu, kami berharap oknum Security dapat diberikan sanksi tegas sesuai dengan tingkat kesalahannya, agar kedepan peristiwa seperti ini tidak terulang lagi," pesan Ujang dalam aksi tersebut.

Sedangkan, Amrullah SH selaku koordinator aksi (Korak) mengatakan, sebagai mitra sangat disesalkan jika lembaga KPU bertindak arogan terhadap Pewarta, apalagi tidak lama lagi akan dilaksanakan Pemilu Serentak. Sehingga, bagaimana KPU akan mensukseskan pesta Demokrasi jika tidak menjalin silaturahmi yang baik.

"Oleh karenanya, jika hal ini masih terjadi makan akan kami bawah keranah hukum, begitu juga laporan masyarakat yang selama ini meragukan kinerja KPUD Lahat. Kami minta ada tindakan tegas dari Ketua KPUD Lahat terkait arogansi oknum Security, apabila tidak, aksi seperti ini akan kami lakukan ke KPUD Provinsi Sumsel, termasuk laporan warga akan kami kawal baik ke Kejari dan Kejati," janji koordinator aksi.

Sementara, Ketua KPUD Lahat Nana Priana SH, MM menerangkan, apa yang terjadi hanya Miskomunikasi, dan pihaknya tidak pernah menginstruksikan untuk mengusir wartawan. Akan tetapi, saat acara pelantikan selesai ada kegiatan Internal. Karenanya, apa yang terjadi tidak perlu dibesar besarkan dan KPUD Lahat siap menjalin kemonikasi dan silaturahmi yang lebih baik lagi kepada seluruh awak Media yang bertugas.

"Insya Allah, peristiwa seperti ini tidak terulang dan kami akan melakukan pembinaan terhadap petugas yang ada. Namun, untuk sanksi tegas juga akan dilihat dari tingkat kesalahan, intinya, kami berharap kepada rekan rekan Media tetap bersinergi dan tetap menjalin komunikasi dengan KPUD Lahat," kata Nana. (Din)

author
No Response

Comments are closed.