Dua TSK Terduga Kasus Penipuan dan Penggelapan Dicokok Polres Lahat


LAHAT, suarasumsel.net —– Kapolres Lahat AKBP God Parlasro S.Sinaga SH, SIK, MH melalui Kapolsek Kota Lahat AKP Samsuardi dan personil berhasil ungkap kasus tindak pidana Penipuan dan Penggelapan.

Terungkapnya kasus yang dimaksud dalam Pasal 378 KUHPidana dan atau Pasal 372 KUHPidana tersebut, berdasarkan laporan polisi LP/B-01/1/2024/SPKT/Sumsel/Res Lahat/Sek Kota Lahat, tanggal 04 Januari 2024.

Kapolres Lahat melalui Kasi Humas IPTU Sugianto, disampaikan Kasubsi Penmas Humas Polres Lahat AIPTU Liespono SH menyampaikan, untuk TKP jalan A. Yani RT 10 RW 04 kelurahan Pagar Agung kecamatan Lahat Kabupaten Lahat, tepatnya dirumah pelapor.

Setelah mendapatkan laporan dari korban Hartono (56) warga Jl A. Yani RT 10 RW 04 kelurahan Pagar Agung kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, sambung Liespono, mendengarkan keterangan sejumlah saksi, sehingga, Team unit Reskrim Polsekta Lahat berhasil mengungkap kasus tindak pidana Penipuan dan atau Penggelapan sebagaimana dimaksud Pasal 378 KUHPidana dan atau Pasal 372 KUHPidana.

Alhasil ditegaskan Liespono, dua tersangka yakni, Heri Supardi (27) warga Kampung Cemanggu desa Sadeng kolot RT 006 RW 004 kecamatan Leuwisadeng Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, dan Aep (38) warga Kampung Tarikolot RT 14 RW 04 kelurahan Tarumanegara kecamatan Cilelius Kabupaten Padeglang Provinsi Banten ini berhasil diamankan.

Kronologis kejadian dikatakan Liespono, pada Kamis tanggal 04 Januari 2024 sekira jam 18.30 WIB, telah terjadi tindak pidana Penipuan dan atau Penggelapan terhadap korban dengan cara, saat itu korban pada tanggal 01 Januari 2024, korban yang memesan sembako jenis minyak goreng kepada Zulian Uliani SM yang mengaku dari PT.SINAR MAS melalui handphone.

Selanjutnya, diceritakan Liespono, pada Kamis tanggal 18.30 WIB datang kerumah korban satu unit mobil Truck Box Nopol B 9273 SCK, lalu, korban menanyakan kepada sopir mobil tersebut, apakah akan mengantar minyak goreng, dijawab sopir ‘iya’.

Lalu, saat korban akan melihat barang pesanan minyak goreng, namun, tidak diperbolehkan oleh sopir sebelum membayar pelunasan barang tersebut. Sehingga, korban mengirim uang sebesar Rp.22.350.000′- saat korban membuka isi box mobil ternyata kosong dan tidak ada isi minyak goreng yang dipesan.

“Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp. 22.350.000,- (dua puluh dua juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah), kemudian melaporkan kejadian ke Polsekta Lahat untuk ditindak lanjuti,” tambahnya.

Untuk kronologis penangkapan terhadap Heri Supardi, dan Aep selalu pengemudi mobil Box Hino B 9273 SCK, dijelaskan Liespono, diamankan oleh pelapor selanjutnya menghubungi Kanit Reskrim Polsekta Lahat IPDA Zulkarnain SH langsung bersama anggota unit Reskrim Polsek Kota menuju ke TKP.

“Kini kedua tersangka telah diamankan di Polsekta Lahat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Berikut BB berupa 1unit Mobil Truck Box Hino Warna Hijau Putih B 9273 SCK, 1Lembar STNK mobil Truck Box Hino B 9273 SCK, 1lembar Surat DO fiktif dari PT.TBK Smart Sinarmas Grup, 1 lembar surat tagihan dari PT.Sinar Mas kepada Hartono, 1 buah tali segel merk SPM warna orange, dan 1 lembar rekening koran bukti transfer korban,” pungkasnya. (Din)

Berita Terkait

Top