banner 728x90

Kondisi Tubuh Mr X Sebagian Rusak dan Hancur “Ditemukan Ditepian Sungai Lematang”

LAHAT, Suarasumsel.net --- Sekira pukul 11.00 WIB, warga Desa Pulau Pinang mendadak gempar. Pasalnya, warga menemukan sesosok mayat tanpa identitas (Mr X red) yang mengapung ditepian sungai Lematang.

Penemuan sesosok mayat tersebut, pada Jum'at (22/7/2022) sekira pukul 10.30 WIB, dengan kondisi mayat sudah rusak dan hancur sebagian tubuh, sehingga, Polisi sedikit mengalami kesulitan untuk memastikan mayat yang ada.

Kapolres Lahat AKBP Eko Sumaryanto SIK melalui Kapolsek Pulau Pinang IPTU Amrin Prabu, disampaikan Kasubsi Penmas Humas Polres Lahat AIPTU Liespono SH membenarkan, adanya penemuan sesosok mayat tanpa identitas.

"Mayat Mr X tersebut, ditemukan di TKP tepian Sungai Lematang dengan kondisi tubuh korban sudah rusak dan hancur, yang berlokasi di Desa Pulau Pinang Kabupaten Lahat," ungkap Liespono, pada Jum'at (22/7/2022).

Dijelaskannya, kondisi mayat sewaktu ditemukan sudah dalam keadaan hancur, sehingga, sulit untuk diketahui identitasnya bagian perut kebawah, tangan sebelah kiri hanya tulang, kaki sebelah kanan dan kiri dari paha sudah hancur, hanya tersisa kedua telapak kaki.

Kapolsek Pulau Pinang menambahkan, penemuan itu awalnya oleh salah satu warga Pulau Pinang yang saat itu hendak bepergian mengambil batu di Sungai Lematang di Desa Pulau Pinang.

"Usai warga menemukan sesosok Mayat tanpa Identitas tersebut, langsung melaporkan penemuan ini ke Polsek Pulau Pinang, sekira pukul 10.30 WIB," ujar mantan Kanit Laka Lantas Polres Lahat.

Tanpa menggulur waktu, dari informasi ini disampaikan Kasubsi Penmas Humas Polres Lahat, Kapolsek dan anggota Piket beserta Kanit Intelkam Polsek Pulau Pinang, anggota Pospol dan anggota Reskrim serta Anggota dari Koramil 405-07 Pulau Pinang Sertu Jaka Pertaka, berangkat menuju lokasi yang ditemukan mayat tanpa Identitas tersebut.

"Untuk penyebabnya sendiri belum diketahui, karena Tim Inapasi Polres Lahat masih melakukan identifikasi terhadap mayat Mr X ini," ujarnya.

Bahkan, untuk menuju lokasi kejadian atau TKP ditepian Sungai Lematang ditegaskan Liespono, anggota sedikit mengalami kesulitan, untuk menuju lokasi penemuan mayat terkendala dan harus ditempuh dengan berjalan menyusuri tepian Sungai Lematang yang berbatu dan licin serta debit air yang cukup tinggi. (Din)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.