Pemkot Lubuk Linggau Peringati Hari Pangan Sedunia

banner 468x60

LUBUKLINGGAU-Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau mengikuti puncak peringatan Hari Pangan Sedunia ke-41 yang secara nasional diselenggarakan di Desa Gagapura, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat via virtual, Senin (25/10).

Kota Lubuklinggau sendiri melaksanakan kegiatan tersebut di lahan sawah Kelurahan Eka Marga, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II sekaligus melakukan panen padi.

Hadir dalam acara itu, Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kota Lubuklinggau, Dedi Yansyah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Heri Suryanto, serta Lurah Eka Marga yang mewakili Camat Lubuklinggau Selatan II.

Peringatan Hari Pangan Sedunia dilakukan secara serentak di 41 titik di berbagai wilayah Indonesia yang ditandai dengan panen berbagai komoditas pertanian seperti padi, jagung, sorgum, kedelai, kelapa sawit, kakao, hortikultura, bunga hias dan lain-lain.

Secara nasional peringatan dihadiri Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo didampingi Anggota Wantimpres, Habib Muhammad Luthfi, Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedy Mulyadi, perwakilan Badan Pangan Dunia (FAO) dan beserta jajaran Kementerian Pertanian, bertempat di Desa Jagapura Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon.

Mentan mengawali acara Hari Pangan Sedunia dengan panen padi menggunakan traktor dan memberikan bantuan sektor pertanian senilai Rp19,5 miliar kepada Kabupaten Cirebon.

Mentan meminta semua pihak yang terkait dengan sektor pertanian untuk bersiap menghadapi dampak pemanasan global agar ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga.

"Besok kita akan menghadapi krisis air, ada kemarau tanpa perkiraan. Besok di tengah banjir ada krisis air. Dua tahun pandemi kita lewati, tapi hari ini dan besok tantangan sangat besar," katanya.

Dia memerintahkan jajarannya untuk membuat program baru yang khusus menangani dampak pemanasan global terhadap sektor pertanian.

Dia menekankan langkah antisipasi dampak perubahan iklim terhadap pertanian harus menggunakan teknologi dan praktik berbasis pada bukti saintifik. Harus ada varietas yang bisa tahan air pada saat banjir datang dan varietas yang mampu berproduksi di saat kurang air.

Mentan juga menegaskan bahwa Kementerian Pertanian tidak bisa sendirian dalam mempertahankan ketahanan pangan nasional saat kondisi pemanasan global.

Dirinya berharap semua pihak baik dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, universitas, perbankan bersama-sama mempersiapkan ketahanan pangan nasional.(kll)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.