Berhasil Turunkan Angka Stunting, 6 Kabupaten Kota di Sumsel Raih Penghargaan

banner 468x60
Masalah stunting menjadi perhatian serius dari pemerintah, sesuai dengan komitmen nasional yang memutuskan bahwa pencegahan stunting penting dilakukan dengan pendekatan multi-sektor melalui sinkronisasi program-program nasional, lokal, dan masyarakat di tingkat pusat maupun daerah.
Sesuai dengan komitmen nasional Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), juga telah berkomitmen untuk pencegahan dan penurunan stunting di Sumatera Selatan melalui indikator kinerja daerah yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2019- 2023.
Hal tersebut dibuktikan dengan telah diberikannya penghargaan penilaian kinerja kabupaten/kota fokus stunting tahun 2020 oleh Pemerintah Provinsi Sumsel, Penghargaan untuk Kabupaten/kota yang telah berhasil menurunkan angka stunting diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel SA Supriyono di Hotel Swarna Dwipa (9/11) Selasa Pagi.
Permasalahan stunting ini adalah masalah multi dimensi, diantaranya mencakup masalah gizi yang kurang, pelayanan kesehatan yang belum optimal, kemiskinan, ketidaktahuan, ketidakpedulian, lingkungan yang kurang baik dan distribusi bahan pangan yang buruk, serta optimalnya infrastruktur air minum dan air bersih yang layak.
Pemberian Penghargaan Penilaian Kinerja Kabupaten / Kota Lokus Stunting Tahun 2020, dikatakan Supriyono merupakan kewenangan dan tanggungjawab pemerintah provinsi untuk membantu Kementerian Dalam Negeri dalam rangka melaksanakan evaluasi dan memberikan apresiasi sinkronisasi program pusat dan daerah.
Adapun 6 (enam) kabupaten/kota yang telah ditetapkan akan diberikan penghargaan adalah Kota Palembang, Kabupaten OKI, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Lahat.
Hadir pula dalam kesempatan ini, Dirjen Kementerian Kesehatan secara virtual Drg. Kartini Rustandi, M. Kes, Wakil Bupati OKI H. M Djakfar Shodiq, Wakil Bupati Banyuasin Slamet Sumosentono, Sekda Kota Palembang Drs. Ratu Dewa, M.Si. (hms)
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.