banner 728x90

Pemkot Palembang, BI dan BPS Komitmen Kendalikan Inflasi dan Tingkatkan Ekonomi

Pemerintah Kota Palembang melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama stakeholder terkait terus bersinergi untuk mengendalikan inflasi dan peningkatan ekonomi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa, menyampaikan, TPID diarahkan untuk memonitoring indikator utama ekonomi daerah secara real-time.

"Selain itu, TPID mengidentifikasi potensi sumber pertumbuhan ekonomi, melalui optimalisasi rantai lokal sebagai strategi baru dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi di daerah," ujar Dewa, Dalam high level meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Palembang dan Capacity Building se Sumatera Selatan di Novotel Hotel Palembang,  (5/3/2022).

Ia menyebutkan, perlunya optimalisasi digitalisasi untuk mendukung pemulihan ekonomi dan stabilitas harga.

Pemkot Palembang dalam hal ini bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk pengembangan dan peningkatan ekonomi.

"Apalagi Indonesia saat ini sudah berada di era 4.0 menuju 5.0. Maka yang tidak kalah penting juga melakukan peningkatan SDM, data base, penguatan IT di masing-masing OPD," kata Dewa.

Termasuk juga di dalamnya soal pengendalian inflasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan BI. Di mana pemerintah kota Palembang sudah menyusun roadmap pengendalian inflasi yang tertuang dalam Keputusan Wali Kota Nomor 13/KPTS/V/2022 tentang peta jalan pengendalian inflasi kota Palembang periode 2022-2024 menjadi Pedoman untuk sinkronisasi dan ketepatan program kerja TPID dengan karakteristik yang dimiliki Palembang.

"Dengan penguatan sinergi dan koordinasi TPID bersama seluruh stakeholders, inflasi yang rendah dan stabil dapat tetap dijaga dalam jangka panjang," Dewa menerangkan.

Berdasarkan data 3 tahun terakhir, Inflasi kota Palembang tercatat paling tinggi pada 2019 dengan angka 2,06 persen dan terendah pada 2021 sebesar 0,86 persen. (Kom)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.